Rabu, 19 Agustus 2015

ciri ciri wanita idaman menurut pandangan Islam

 
 
 
 
 Sebelum menikah penting bagi setiap laki-laki untuk mengenali wanita yang akan diperistrinya. Karena wanita inilah yang akan menjadi pendamping hidup dan ibu dari anak-anaknya kelak. Berikut ini ciri ciri wanita idaman menurut pandangan Islam
# 1. Wanita yang taat pada Allah dan rasulNya.
Ada empat faktor yang menjadi pertimbangan sebelum menikahi seorang wanita, yaitu karena (1) kecantikannya, (2) keturunannya, (3) hartanya dan (4) agamanya. Kita diperintahkan untuk memilih wanita karena faktor agamanya, beruntung sekali jika bisa mendapatkan keempatnya. Wanita yang taat pada Allah dan Rasulnya akan membawa rumah tangga menuju surga, menuju ketentraman. Rumah tangga yang tentram, nyaman, bahagia adalah rezeki yang sangat berharga. Rumah tangga yang dinahkodai suami yang saleh didampingi istri yang salehah akan menjadikan rumah tangga itu berberkah, menghasilkan anak-anak yang saleh / salehah, mendapatkan ridha dan rahmat Allah.
# 2. Wanita yang taat pada suaminya.
Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan menyuruh seorang isteri untuk sujud kepada suaminya (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Sepanjang perintah suami tidak bertentangan dengan agama, maka isteri wajib mentaatinya. Ketaatan seorang isteri pada suaminya akan membuat hati suami tenang dan damai dan bisa menjalankan kewajibannya mencari rezeki yang halal untuk keluarga. Akan halnya wanita yang berkarier di luar rumah bisa tetap bekerja sepanjang suaminya mengizinkan dan kewajibannya untuk menjaga diri dengan baik di tempat kerja.
“Laki-laki adalah pemimpin atas wanita karena Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya. Maka wanita-wanita yang saleh adalah yang taat lagi memelihara diri di belakang suaminya sebagaimana Allah telah memelihara dirinya”. (Q.S. An Nisa : 34).
# 3. Wanita yang melayani suaminya dengan baik.
Tugas utama isteri adalah menjalankan tugas rumah tangga dengan sebaik-baiknya, melayani suami dengan baik serta mendidik anak-anaknya. Isteri yang baik berusaha melayani suaminya dengan baik seperti menyiapkan makanannya, menyiapkan keperluannya, memenuhi kebutuhan biologisnya, menjaga perasaan suaminya jangan sampai suaminya terluka karena sikapnya. Wanita yang demikian akan menjadi kesayangan suaminya dan bisa menjadi partner yang baik dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah dan menarik hal-hal postif dalam rumah tangganya, termasuk rezeki bagi suaminya.
# 4. Wanita yang berhias hanya untuk suaminya.
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wnita salehah” (H.R. Muslim). Adalah sifat wanita yang suka bersolek dan berhias, tapi wanita yang saleh hanya berhias dan menampakkan perhiasan untuk suaminya.
Wanita yang jika dipandang suaminya selalu menyenangkan dan tahu bagaimana menyenangkan suaminya. Wanita yang bahkan malaikat pun mendoakannya akan memudahkan rezeki datang padanya.
# 5. Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami
Saat suami keluar mencari nafkah, isteri yang ditinggalkan di rumah harus menjaga kehormatannya, menjaga dirinya dari tamu yang tidak pantas, membatasi keluar rumah jika tidak terlalu penting. Harta suami yang dititipkan padanya dipergunakan pada hal-hal yang bermanfaat dengan seizin suaminya. Wanita seperti ini memudahkan rezeki masuk ke dalam rumahnya sebagai upah dari ketaatannya kepada Allah dan kesetiaan pada suaminya.
# 6. Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya
Wanita ini tahu bagaimana menyenangkan hati suaminya. Menjaga sikap dan perilaku agar tidak menyinggung dan melukai perasaan suaminya. Dia selalu berusaha agar suaminya tidak marah padanya. Dia tidak akan pergi tidur dalam keadaan marah atau meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sampai memperoleh maafnya. Mengajak suaminya bercanda untuk menceriakan perkawinannya. Berusaha mendidik anak-anaknya dengan baik. Menjaga rahasia perkawinan dari orang lain. ” Maukah kalian kuberitahu isteri-isteri yang menjadi penghuni surga yaitu isteri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya, dimana jika suaminya marah dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata ” Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha” (H.R.An Nasai). Isteri seperti ini adalah isteri yang dimudahkan rezekinya melalui tangan suaminya karena amalan dan kesetiaan pada suaminya,
# 7. Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas
Wanita yang tidak pernah mengeluh berapapun rezeki yang dibawa pulang suaminya. Selalu ikhlas menerima dan menghargai apapun yang diberikan suami kepadanya. Banyak disyukuri sedikit pun diterima dengan ikhlas. Wanita seperti ini adalah wanita yang mensyukuri rezekinya. Allah sudah menjanjikan bahwa jika kita bersyukur Dia akan menambah rezeki kita. Wanita yang bersyukur dan ikhlas rezekinya senantiasa bertambah baik kuantitas maupun keberkahannya yang akan diberi Allah langsung padanya ataupun memlalui suaminya.
# 8. Wanita yang bisa menjadi partner meraih ridha Allah.
Wanita yang menjadikan rumah tangganya sebagai ibadah, pengabdiannya kepada Allah. Bisa menjadi teman diskusi yang berimbang bagi suami. Bisa melakukan koreksi dan menyampaikan dengan lembut kepada suaminya. Mendengarkan nasihat dan kata-kata suaminya dengan penuh perhatian. Sebelum melaksanakan ibadah sunat seperti puasa sunat meminta izin kepada suaminya dan tidak melaksanakan jika tidak diizinkan. Bisa menjadi pendorong dan motivator suami untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Itulah mengapa ada kalimat ” dibalik pria yang sukses ada wanita hebat di belakangnya”. Karena wanita seperti ini adalah rezeki utama suaminya.
# 9. Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya.
Wanita yang bersyukur adalah wanita yang menerima semua kehendak /takdir Allah padanya tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik termasuk dengan mendoakan suami dan anak-anaknya agar sukses dunia akhirat. Wanita ini tidak pernah putus doa, tapi menjadikannya sebagai rutinitas harian, penghias bibir setelah shalat. Wanita ini tahu bahwa rezeki suaminya akan ditambah dan diberkahi jika dirinya senantiasa melibatkan Allah pada langkah suaminya melalui doa-doa yang dipanjatkannya setiap hari.

Selasa, 10 Maret 2015

Ta'aruf bukan Modus Pacaran

Pada kesempatak kali ini saya akan posting khususnya bagi yang belom nikah ato bagi yang mempunyai anak remaja. dan yang saya posting gx panjang lebar, cukup singkat, bahkan sangat singkat kali ya, heheh. silahkan di baca :)

HAI HAI HAI, , , kamu yang masih suka berduaan sma lawan jenismu yang bukan mahrammu, yg masih sukanya bersepi sepi dengan pacarmu, yang uda gx punya malu sm temen"mu saat berduaan dengan pacarmu, kalo di tanya sh jawabnya bukan pacar, cma temen, kita taaruf kx bkn pcaran. masa taaruf nyampe berbulan bulan, bertahun tahun. sma aja tuh pacaran, cuma namany aja yg beda, actionnya sama aja, jalan berdua, berduaan sepi"n, bahkan lebih dari itu. kata rassul kalo kita berduaan sama lawan jenis yang k 3 syaitan. yg udah ya sudah, sudahin saja. buka lembaran baru, isi dengan hal yang baik. Sakit memang ketika kita Move on/ Hijrah dari hal seperti itu ke hal yang d ridloi OlehNya, sabar lah kawan. SEMUA ITU PASTI BERLALU.Sibukanlah dirimu dengan ketaatan kepadaNya, kalo tidak maka engkau akan sibuk dalam kemaksiatan.


Kau katakan cinta pada si dia, kau katakan sayang pada si dia. Inget pasanganmu kelak, masa kau tega berikan sisa cinta untuk istri atau suamimu, hehehe. "Tapi aku sudah terlanjur bilang cinta, sayang ke pacarku, terus gimana ?". gx ada kata terlanjur selama kita belum menikah, Sudahi itu semua dengan bertaubat kepadaNya hiasi dengan Ketaatan kepadanya, tumbahkan rasa Cinta kembali untuk pasanganmu kelak, dengan meningkatkan Cintamu pada Rabbmu. "Terus gimana kalo kita mau nikah tapi gx pacaran dulu, kan kita harus tau bagaimana sifat calon pasangan kita, keturunannya dan lain lain ?". Kan ada tuh solusinya dalam islam, yaitu Ta'aruf, tapi inget yah jangan jadikan Ta'aruf sebagai Modus pacaran. Libatkan Mahram di antara kita, wali kita, taupun saudara kita, jangan cuma antar duo si joli, hehehe. nanti ada yang ke 3, yaitu syaitan. 

Dah segitu aja dulu ya, Artikel ini saya tujukan yang pertama dan utama untuk diri saya pribadi. untuk pembaca sekalian , semoga kita di anugrahkan pasangan yang benar benar mencintai kita seutuhnya Karena cintanya pada Allah tanpa di bagi bagi ke yang lainnya yang bukan semestinya. Aamiin. silahkan di Share

silahkan bergabung di Fb ato WhatsApp saya inshaAllah bisa menambah Khasanah ilmu kita. 
WhatsApp 085726174623, Facebook  klik lingk berikut :  https://www.facebook.com/im4ns

Selasa, 03 Februari 2015

Berdo’alah Untuk Cinta




      Bismillah, sebelum masuk ke inti artikel yang akan saya tulis ini, saya ucapkan jazzakallah khairan katsiran yang sudah menyempatkan waktu untuk mampir ke Blog saya ini, dan silakan bisa di baca artikel artikel lainnya di blog ini insyaAllah bisa menambah khasanah ilmu kita, Aamiin. Pada kesempatan kali ini saya tuulis artikel berjudul “Berdo’alah untuk Cinta”, judul tersebut terinspirasi ketika saya membaca sebuah buku berjudul “Menjadi Suami Penuh Cinta” yang di dalamnya berisikan bagaimana seorang suami membangun nuansa keluarga yang harmonis, sakinah, dan di Ridloi oleh Allah. Okeh langsung saja silakan di simak artikelnya di bawah ini. Cuuuuuzzzzzz, hehehe. :D

       Setiap orang pasti pernah merasakan cinta, entah cinta kepada kekasih, Rabbnya, orang tua, anak maupun yang lainnya. Perlu kita ketahui bahwa tingkat kebahagiaan tertinggi seseorang  yaitu ketika seseorang mampu menempatkan cinta pada tempat yang tepat. Ketika seseorang menempatkan rasa cintanya pada Harta maka puncak kebahagiaannya ketika memiliki harta yang banyak, ketika seseorang menempatkan rasa cintanya pada seseorang entah itu kekasih, orang tua maupun lainnya maka puncak kebahagiaannya ketika hidup bersama dengan orang yang iaa cintai. Namun perlu diketehaui bahwa itu semua tak ada yang kekal abadi karena itu semua bersifat duniawi. Berbeda ketika kita menempatkan cinta kita pada Allah, sang maha kekal niscaya kebahagiaan kita pun akan ikut kekal sampai akhirat nanti, Masya Allah. Suatu nikmat kebahagiaan yang tak terhingga, ketika kita memiliki rasa cinta pada pasangan kita, keluarga kita yang shaleh shalehah atas dasar cinta karena Allah, maka puncak kebahagiaan kita bersama pasangan kita, keluarga kita akan sampai Surga, aamiin. Beda kalau kita mencintai pasangan kita karena hartanya ataupun ketampanannya, maka cinta itu akan luntur ketika pasangan kita berkurang ketampanannya, ketika pasangan kita tidak mempunyai harta. Pada kajian Ahad kemarin di masjid agung banyumas di jelaskan oleh ust. Muhammad Afifudin bahwa di surga kelak di sediakan untuk ahlul jannah 2 jenis Bidadari / Bidadara, yang pertama bidadari yang sudah di sediakan di syurga dan bidadari dari Dunia (Istri yang Shalehah), Alangkah beruntungnya pasangan suami istri yang bertaqwa kepada allah, niscaya mereka akan di pertemukan kembali di surga kelak.

      Banyak orang yang mengumbar perasaan Cintanya dengan lisannya dengan berkata aku cinta kamu, perlu dibedakan mana cinta mana nafsu. Sangat bohong besar seseorang yang mengatakan cinta kepada dirimu namun dia menelantarkan dirimu. Sesungguhnya cinta itu tak mampu di jelaskan dengan tulisan maupun perkataan namun hanya bisa di jelaskan dengan sikap dan perasaan, oleh karenanya Cintailah perasaan cintamu kawan jangan kau umbar ke sembarang orang. Ketika kita mecintai pasangan kita doakanlah yang baik baik untuknya, jadilah suami atau istri yang shaleh shalehah, yang lembut penuh kasih sayang, cintailah dengan cinta yang Hakiki. Dalam menaungi bahtera Rumah tangga pasti nantinya ada goncangan goncangan yang membuat permasalahan dalam rumah tangga, namun ketika anda sedang bertengkar dengan pasangan anda tetap doakanlah yang terbaik untuknya, jangan sampai berdoa yang tidak baik untuknya, carilah pasangan yang baik pendidikannya, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama, yang baik dan benar agamanya, maka kita akan dapatkan surga sebelum surga sesungguhnya yaitu Surga Dunia. Perlu diketahui kebahagiaan bukan di ukur dengan banyaknya Harta, jikalau kebahaiaan di ukur dengan banyaknya harta maka harusnya Qorun lebih bahagia dari nabi musa As, dan jikalau kebahagiaan di ukur dari jabatan maka seharusnya Namrud lebih bahagia dari nabi Ibrahim As. Karena sesungguhnya kebahagiaan, kenyamanan dan ketenangan itu didapat dari Allah, dari kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.Tak perlu takut hidup miskin setelah anda menikah, karena janji Allah bagi yang mau menikah akan di perkaya, akan di tambah Rizkinya silahkan buka An-Nur ayat 32

      Coba kita tengok sedikit kisah Putri Rassululah SAW Fatimah Az-Zahra dengan suaminya Ali Bin Abi Thalib, walaupun sempat di guncang dengan sedikit masalah dalam rumah tangganya namun mereka hidup tenang dan bahagia. Ia selalu merasa bahagia ketika melihat anak anaknya dan setiap memperhatikan suaminya yang gagah. Jangan berfikir mereka hidup bermewah mewahan, mereka hidup sangat sederhana, suaminya fakir dan kehidupan dirinya pun sempit, tapi semua itu dapat tergantikan dengan kemuliaan akhlak yang di miliki keduanya dan menetapi jalan yang lurus. Ali bin Abi Tahlib pernah berkata “ saat aku menikahi Fatimah kami tidak memiliki apa apa selain kulit kambing yang kmai pergunakan untuk tidur di malam hari dan tikar pada siang hari” (Shifatus shafwah Hal 410). Bukan sessuatu yang tidak mungkin kita untuk mengikuti jejak Fatimah dan suaminya Ali, selama kita berusaha untuk meniti jejak keluarga mereka pasti semua itu bisa terwujud. Hargailah setiap kinerja pasangan kita, ketika suami berpenghasilan sedikit bersabar dan bersyukurlah, hargailah dia, pujilah dia dengan suaramu yang lembut dan kata kata yang manis dari mulutmu wahai istri. Begitu juga dengan Suami hargailah apa yang yang dilakukan istri, jangan anggap remeh kinerja istri dirumah, ketika ia marah pahamilah perasaannya mungkin dia cape dengan kesibukannya dirumah, mungkin dia kesal dengan sikap anak anaknya, hiburlah istrimu dengan pesonamu wahai suami. Berusaha dan Berdoalah agar selalu di berikan kelapangan rumah tangga kita, kelapangan, rizki, kelapangan kebahagiaan, kenyamanan dan lain sebagainya. karena janjji Allah siapun yang berdoa kepanya pasti akan di kabulkan, tentunya harus memenuhi syarat syarat berdoa misal berdoa untuk kebaikan, waktu yg mustajab, tidak berpakaian atau memakan makanan yang Haram, mengakui segala dosa dll




      Berdo’alah untuk Cinta (Pasangan hidup kita) supaya selalu di bawah naungannya, supaya selalu mendapat hidayah darinya karena hanya dengan hidayahlah hidup kita akan tenang, hidup kita akan bahagia. Semoga kita semua di berikan pasangan yang mampu membawa kita, mampu membimbing kita ke surga dunia dan surga akhirat kelak, aamiin. KarenaHanya  yang mampu membawa kita kedalam kehidupan bahagia di Akhiratlah yang mampu membawa kita dalam kehidupan bahagia di dunia, itulah karenanya jikalau kita ingin bahagia di dunia, carilah kebahagiaan di akhirat karena dunia akan mengikutinya. Berfikirlah untuk masa depan kita, bukan hanya masa depan sampai mati, namun masa depan setelah mati yaitu akhirat. Sungguh kenikmatan yang tak terhingga jikalau kita bisa mendapatkan itu semua, MashaAllah. :)

Kamis, 15 Januari 2015

Nikmat di Balik Menikah Muda


       Bismillah, disini saya sajikan beberapa keindahan bagi yang nikah muda, itung itung buat motivasi diri saya pribadi dan saudara semua khususnya yang belum nikah, hehehe, okkeh langsung saja.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para syabab untuk menikah. Umumnya, istilah syabab diterjemahkan sebagai “pemuda.” Berapakah usianya? Ustadz Fauzil Adhim dalam buku Indahnya Pernikahan Dini menjelaskan, syabab adalah sesesorang yang telah mencapai masa aqil-baligh dan usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Asalkan sudah memiliki ba’ah (kemampuan), maka ia dianjurkan untuk segera menikah. Dan kini terbukti, banyak manfaat menikah di usia muda sebagaimana perintah Rasulullah ini.
يَامَعْشَرَ الشَّبَابِ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)


1. Lebih terjaga dari dosa

       Sebagaimana sabda Rasulullah tersebut, menikah di usia muda itu lebih membantu menundukkan pandangan dan lebih mudah memelihara kemaluan. Seorang yang menikah di usia muda relatif lebih terjaga dari dosa zina; baik zina mata, zina hati, maupun zina tangan. sebagaimana yang kita ketahui salah satu tujuan kita yaitu Sakinah, sakinah bisa berarti macam macam, tenang, terhormat, di lindungi, penuh kasih sayang. Bayangkan saja bagi yang belum menikah hati kita tenang, mata kita tenang, kaki kita tenang, telinga kita tenang, tangan kita tenang. MasyaAllah. :)

2. Lebih bahagia

        Hasil riset National Marriage Project’s 2013 di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, persentase tertinggi orang yang merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah mereka yang menikah di usia 20-28 tahun. Timbul pertanyaan, Mengapa pasangan muda lebih bahagia? Sebab mereka umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi. Pasangan muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya, beda kalau sudah tua sudah kuat dengan apa yang ada pada pikirannya, keyakinannya dan cenderung ingin selalu menang kalau dalam istilah Yunani Andragogik. Bahkan, ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan akibatnya hidup “pas-pasan”, mereka tetap bisa enjoy dengan kondisi tersebut. Hal ini sejalan dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah oleh kalian gadis perawan, sebab (..salah satunya..) ia lebih ridha dengan nafkah yang sedikit.”

3. Lebih puas dalam bercinta

         Pasangan yang menikah di usia 20-an cenderung melakukan jima’ lebih sering daripada mereka yang menikah lebih lambat. Hasil studi Dana Rotz dari Harvard University pada 2011 menunjukkan, menunda usia menikah empat tahun terkait dengan penurunan satu kali jima’ dalam sebulan.
Sedangkan dalam tingkat kepuasan, menikah di usia muda –diantaranya dengan dukungan fisik yang masih prima- membuat suami istri lebih menikmati. Lagi-lagi, hal ini bersesuaian dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah gadis perawan, sebab ia lebih segar mulutnya, lebih subur rahimnya dan lebih hangat farjinya…”

4. Emosi lebih terkontrol

      Menikah di usia muda terbukti lebih cepat mendewasakan pasangan tersebut. Dalam arti, menikah dan berumah tangga membuat seseorang lebih terkontrol emosinya. Ini dipengaruhi oleh ketenangan yang hadir sejalan dengan adanya pendamping dan tersalurkannya “kebutuhan batin.” Dan itulah diantara makna sakinah dalam Surat Ar Rum ayat 21 (Baca sendiri yoow, hehehe).
Hasil studi sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker pada tahun 2010 mendukung hal ini. Menurut hasil studi tersebut, menikah pada usia muda akan lebih bermanfaat dari sisi kesehatan dan mengontrol emosi.

5. Lebih mudah meraih kesuksesan

     Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu. Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih tenang, merasakan sakinah. Dengan ketenangan dan stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir dan beraktifitas apa pun, baik dakwah maupun mencari maisyah. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang menikah di usia 20-an. Tak perlu khawatir miskin setelah nikah, kata ustadz Yusuf Mansyur Annikahu Miftahurrizku, nikah itu kuncinya Riski dan ayatnya ada dalam Al Qur'an An-Nur 32 
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

6. Lebih baik bagi masa depan anak-anak

     Lebih baik bagi masa depan anak-anak di sini bukan berarti menikah di usia muda memungkinkan anak sudah dewasa saat Anda pensiun. Meskipun, hal itu juga bisa menjadi salah satu pertimbangan.
Namun yang lebih penting dari itu, menikah di usia muda dan memiliki buah hati di usia muda, saat Anda belum mapan secara ekonomi berarti Anda dapat mendidik anak-anak secara langsung merasakan pahit getirnya kehidupan. Artinya mereka telah mencicipi perjuangan Anda. Dan jangan sampai anak-anak hanya tahu fasilitas dan hidup enak tanpa merasakan hidup adalah perjuangan. secara otomatis mental anak anda akan lebih kuat, lebih tahan banting oleh keadaan. Contoh saja ibu saya, beliau menikah d usia muda dan melahirkan saya di sekitar 21 tahun, dan saya merasakan bagaimana perjuangan orang tua saya dan saya masih inget sampai sekarang, sekarang usia saya 23,5 tahun masih muda bukan ?? hehehe, ibu saya sekitar 44 tahun, kalo bapak saya yaaa hampir sama dah sama ibu cuma selisih lebih tua sedikit. Mereka masih semangat semangatnya dalam hidup.

7. Lebih banyak pahala

     Dengan menikah, seseorang mendapatkan ladang pahala yang lebih luas. Jika biasanya ia hanya mendapatkan pahala dari ibadah yang dilakukannya, dengan menikah seorang muslimah mendapatkan pahala dari berbakti kepada suami. Sang suami pun demikian, ia mendapatkan pahala atas kebaikannya pada istri dan anak-anaknya. Bahkan, disebutkan dalam hadits, nafkah yang diberikannya kepada istri dan keluarganya pun termasuk sedekah. Masya Allah begitu beruntung dan begitu indah bagi yang menikah muda. :)

     Saudaraku perlu kita ketahui bahwa dalam hal ibadah kita tak boleh menunda nunda dan tak boleh terburu buru, kita tahu nikah itu termasuk ibadah, bukan berarti kita menikah muda itu terburu buru, namun tetap harus memperhatikan kaidah kaidah dalam memilih pasangan sebagaimana yang rassul anjurkan kepada kita, pilih yang cantik, yang kaya, yang baik keturunannya, namun utamakan  agamanya, dan dalam memilih agama tak sekedar baik tetapi harus baik dan benar, apa tolak ukurnya ?? tentunya apakah dia dalam beribadah sesuai Al Qur'an dan Al Hadist. itulah kenapa kita harus terus dan teruuuus belajar tentang islam, kalau mau nikah ya pelajari ilmu tentang nikah begitu juga yang lainnya. "Dengarkanlah Nasehat Pernikahan mulai Sebelum Anda Menikah, jangan setelah menikah"
    Dah Segitu aja dulu yah, semoga yang belum nikah di segerakan nikah, yang belum punya rencana untuk nikah semoga segera merencanakan untuk nikah muda, yang sudah mau nikah semoga Barakah, yang uda nikah semoga cepet punya anak dan mendoakan anaknya untuk nikah muda, kalo yang belum punya jodoh semoga lekas di temukan jodohnya sama Allah, hari ini hari jum'at semoga doa kita di kabulkan, dan doakan saya semoga tahun ini Nikah dan dapet istri yang shalehah,  Aamiin. :)
 
silahkan untuk masukan dan insyaAllah mendapat faidah ilmu bisa ke pin bbm saya 52702CID, atau klik link ini https://www.facebook.com/im4ns 
 
semoga bermanfaat :)

Jumat, 19 Desember 2014

Seni Merawat Hati Supaya Tak Mati.

Bismillahirahmaanirrakhim. . Assalamu'alaikum Wr. Wb.

          Sebelum saya bahas tentang bgaimna merawat hati, saya ucapkan SELAMAT kepada Anda yang terpilih oleh Allah, dan di tuntun oleh allah untuk membaca ketikan jari saya ini, insyaAllah bisa di dapat sedikit ilmu bagaimana kita merawat hati ini (Hati manusia yg di maksud dsni kawan, bukan hati ayam ato hati kambing, wxwxwxwx, becanda becandaaa, buat selingan biar gx bosen, hehehe). dan sebelumnya saya ucapkan Jazzakumullah khairan Katsiran atas Masukan dan sarannya kepada rekan saya yang berinisial S dari UMP semoga skripsinya Lancar dan di permudah, Aamiin. juga kepada seseorang yang berinisial L yg berada di jakarta semoga keberkahan atas diriny, Aamiin.:)   okeh langsung saja di baca dengan nada pelan yoo, biar mengena. :D

          Banyak di antara kita sibuk merawat diri, merawat materi (mobil rumah, motor dll) dengan pergi ke salon, mobil di bawa ke bengkel modifikasi, rumah di kasih ini di kasih itu. Namun, tidak sedikit di antara kita yang lalai merawat HATI. Betul ?? Semoga semua yang membaca tulisan ini selalu menyempatkan merawat hati. Aamiin. :). HATI bagi anggota tubuh bagaikan Raja yang memerintahkan pasukannya, semua bekerja sesuai perintahnya. Hatilah yang mengendalikan seluruh anggota tubuh. kalo hatinya baik, PASTI semuanya Baik. Bahkan, , !! dalam beribadah pun, kalau hati kita tidak bener tidak terpaut kepada Allah, berkurang tuh Pahala buat kita bahkan bisa jadi tidak dapet Pahala, dan ini berlaku untuk semua manusia, entah itu Ustadz, entah itu Syaikh sama saja. Rassululah SAW bersabda :

 "Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah tubuh manusia itu, akan tetapi bila daging itu rusak maka rusak pula tubuh manusia. Ketahuilah bahwa sesungguhnya segumpal daging itu adalah Hati.” (HR. Bukhari-Muslim)

     

       Anda tentunya sudah tau donk hal hal yang menyebabkan hati kita Rusak dan bagaimana merawat Hati, namun apa salahnya saya ulas kembali disini, namun ini sebagian kecil dari sekian banyak Seni seni merawat hati Supaya tidak merusak atau bahkan Mati. Yang Pertama Jangan banyak Bicara, coba kira kira kenapa . . . ?? apa hubungannya lisan dengan Hati . . ?? Lisan adalah Duta hati, islam mengajarkan berbicara yang Baik. jika tidak bisa maka Diam. Rassululah bersabda :

"Barangsiapa yang beriman kepada allah dan hari akhir hendaklah dia berkata Benar atau diam" (HR. Muslim, Baihaqi dan lainnya).

Ada pepatah yang mengatakan Diam itu Emas, tapi perlu diketahui saudara. Tak selamanya diam itu itu emas adakalanya diam itu HITAM yaitu ketika Diam menghadapi kemungkaran. Yang Kedua jangan banyak tertawa, tertawa alias ngguyu bukanlah hal yang di larang rasululah SAW, beliau juga pernah tertawa namun sewajarnya, gx usah alay apalagi lebay. hehehe. apa bedanya yah alay sama lebay ?? hust dah gx usah pikir gx penting, hehe. dah langsung saja ini hadistnya "Banyak tertawa mematikan hati," (HR. Ahmad). Banyak tertawa dapat mematikan hati, tentunya banyak menangis akan menghidupkan Hati, dengan catatan menangis karena Allah, takut akan adzab allah, rindu akan sosok Allah yang bgtu indah dll. Yang Ketiga jangan banyak makan, ternyata makan banyak bisa merusak hati, sesuai perkataan Bisyr bin Harist "Dua hal yang mengeraskan hati : banyak bicara dan banyak makan". secara gitu, banyak makan otomatis menuruti hawa nafsu perut kita, karenanya islam menganjurkan puasa baik wajib atopun sunnah. yang Keempat cari teman yang baik, Rasululah menjelaskan dalam sabdanya :
"seseorang itu tergantung kepada agama teman dekatnya, maka hendakalah seseorang melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya" (HR. Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani).
  
       Jadi carilah teman yang baik, yang shaleh yang kiranya bisa mendukung kita memotivasi kita untuk lebih mendalami agama Allah, yang kiranya membuat kita rindu akan majelis ilmu, yang kiranya bisa mempertebal keimanan kita pada Allah. :). selain 4 hal di atas tentunya di tambah dengan amalan amalan yang lain yang kiranya membuat kita dekat dengan sang khalik, membuat hati lebih kuat ketauhidannya kepada sang khalik, semakin yakin denganNya, diantaranya memperbanyak dzikir kepada Allah, Berdo'a, bershalawat atas Rassul, qiyamullail dan masih banyak lainnya. dan selain itu juga hindari hal hal yang tidak di contohkan oleh rassullulah, seperti besok sebentar lagi tahun baru, tak perlu lah ikut ikutan merayakan tahun baru, itu sudah jelas di larang oleh islam, karena itu ajaran agama Nasrani, apalgi ikut ikutan perayaan Natal, jangan sampai ya kawan. Bentengi hati dan diri kita dengan keimanan dan ilmu kita. Saudaraku, tak perlu kita mencari cari dan mengagum agumkan dunia ini, pandang biasa biasa saja laah dunia ini, tak perlu mencari supaya di puji puji orang lain, supaya kelihatan lebih mulia di hadapan manusia, biasa saja lah gx perlu seperti itu, sejatinya kemuliaan itu di ukur dengan Taqwa, bukan dengan jabatan, bukan dengan kekayaan, bukan dengan kecantikan dll. Kita hidup di dunia cuma sebentar kawan, ayo kita Berfikir bersama untuk masa depan kita kawaan, Bukan hanya masa depan sampai mati, Namun juga masa depan setelah mati yaitu Akhirat.
     Udahan dulu yah, insyaAllah pembahasan berikutnya akan saya sajikan tentang Seni berkomunikasi dengan Istri maupun Suami, heheheh. Atau kalo ada saran, kritik atau pertanyaan bisa via sms di 085726174623. Jazzakumullah khairan. :)

 Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Untuk postingan lainnya Anda bisa lihat  di Facebook saya di https://www.facebook.com/im4ns

Selasa, 18 November 2014

Kisah Do'a di Balik Istri Shalehah.

       Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.

Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.

Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang tajub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.



Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jamaa bainakuma fii khairin mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.
Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.

Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.

Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya.

Oh...segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. "Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban."

Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. "Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku." Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.

Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, "Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini." Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah taala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.

Sang suami menuturkan, "Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyuannya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku."

Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Quran yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.

Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya.

Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.
Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.
Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi dai besar di kota Madinah.
Memang benar, wanita shalihah adalah HARTA KARUN TAK TERNILAI DENGAN UANG, yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan "bukanlah permata biasa".Masha Allah :)
  
Semoga bermanfaat. :)

(Dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak)

Rabu, 29 Oktober 2014

Nasehat Khusus Untuk Istri dan calon istri.



NASEHAT KHUSUS UNTUK ISTRI DAN CALON ISTRI



Bismillahirahmaanirrakhim. . Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Di sela sela kesibukan saya (bukan sok sibuk loh yaa, hehehe), kini aku sempatkan untuk sedikit berbagi terkait apa yang saya kaji, apa yang saya dapatkan di beberapa Majlis beberapa waktu lalu, khususnya nasehat untuk istri dan calon istri :D. Selain itu juga termotivasi setelah saya beranjak dari tempat tidur, seperti biasa sekitar jam 03.30 WIB saya bangun, Namun pada kali ini saya bangun dengan perasaan yang lebih bahagia dari sebelumnya, setelah tak ingat ingat ternyata dalam mimpi saya, saya "Young Married" alias menikah muda, sebuah mimpi yang sudah terpatri dalam beberapa waktu silang, semoga ini semua bukan sekedar Bunga tidur, Semoga Allah menyegerakan mimpi saya itu, Aamiin. Oke langsung saja, silakan di simak, kali ini saya gunakan bahasa yang sedikit berbeda dari biasanya, heheh :)



Wahai para istri... !!!
Apakah yang menyulitkanmu jika engkau menemui suamimu ketika dia masuk ke rumahmu dengan wajah manis, wajah yang berseri seri ? ? Rassululah mengatakan " jangan engkau remehkan perbuatan sekecil apapun walaupun hanya berupa penyambutan saudaramu dengan wajah yang berseri seri". Ciumlah tangannya dengan kelembutan dan kasih sayangmu.

Wahai para Istri. . . !!!
Berhiaslah berdandanlah untuk suamimu dan raihlah pahala di sisi Allah Ta'ala. Innaloha jamilu yuhibbul jamal "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan", gunakanlah wangi-wangian, Berpakaianlah dengan busana terindah yang kau miliki untuk menyambut kedatangan suamimu. Ingat, janganlah sekali-kali engkau bermuka masam dan cemberut di hadapannya. Lembutkanlah suaramu di hadapan suamimu, gunakanlah panggilan yang mesra padanya, Abang/ sayang/ atau yang lainnya.

Wahai Para Istri . . !!
Ringankanlah segala beban suamimu, baik berupa musibah, luka, kesedihan, keletihan maupun yang lainnya dengan kelembutanmu, cium keningnya, niscaya itu akan sangat membuat suamimu tenang, nyaman dan sejuk laksana Embun di musim kemarau.

Wahai para Istri. . . !!
Didiklah anak-anakmu dengan baik, ajarkanlah adab adab islam, ucapkanlah kata kata yang baik, doakanlah yang baik walopun ketika engkau sedang marah pada anakmu, Doakan semoga jadi anak yang shaleh/ shalehah, semoga menjadi ulama besar, semoga enteng jodohnya dan lain lain.

Wahai para Istri. . .!!
Ajaklah suami dan anakmu untuk selalu membaca tasbih, takbir, tahmid, dan tahlil serta perbanyaklah membaca al-Qur-an, Baca surat Al-Baqarah, karena surat tersebut dapat mengusir syaitan. Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkanlah dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkanlah dia kembali tentang keutamaan berinfak, serta janganlah melarangnya untuk berbuat baik kepada orang tua dan menjaga tali silaturahim. Ajaklah suamimu untuk menghadiri majlis majlis ilmu karena allah akan memberikan nikmat, Rahmat yang lebih bagi mereka gemar menjalankan Sunnah Sunnah rassulNya

Wahai para Istri. . .!!
Berusahalah untuk memperhatikan kesukaan suami dan jangan sampai suami melihat sesuatu yang buruk dari dirimu atau mencium sesuatu yang tidak enak dari tubuhmu.

Wahai para Istri. . . !!
Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tuamu, dan semua kaum Muslimin, serta berdo’alah selalu agar diberikan keturunan yang shalih dan memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, dan ketahuilah bahwa Rabbmu Maha Mendengar do’a. Sebagaimana firman Allah SWT :

    “Dan Rabb kalian berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan untuk kalian ....” (QS. Al-Mu’min ayat 60)

Wahai para Istri. . !!
Bersikaplah lapang dada, yang tenang dan ingat kepada Allah dalam segala keadaan, ketika suamimu memberi yang banyak maka BERSYUKURLAH, Ketika suamimu memberi sedikit maka BERSABARLAH, Ucapkanlah "Terimaksih Abi/ terimakasih Abang atau yang lainnya". "Lainsyakartum laaziidannakum walainkarfartum inna ‘adzaabii lasyadid" jika kalian bersyukur pasti akan Aku tambah ni’mat-Ku padamu tetapi jika kalian kufur sesungguhnya adzab-Ku amat pedih”. (QS. Ibrahim ayat 7). Mustahil seseorang dapat bersyukur kepada Allah apabila dirinya tidak bersyukur kepada manusia.

Wahai para Istri. . !!
Janganlah engkau ungkit ungkit kesalahan kesalahan suamimu di masa lalu, karena hal itu akan memudarkan cinta dan kasih sayang di antara kalian. Berusaha menasehati suamimu dengan baik dengan lemah lembut ketika suamimu terjerumus dalam kemaksiatan, apalagi di masa sekarang ini yang terlalu banyak kegemerlapan dunia yang melanggar syari'at Allah.

Wahai para Istri. . .!!
 Berusahalah Tidak menunjukkan kesedihan ketika suamimu sedang bahagia, dan sebaliknya tidak bahagia ketika suamimu sedang bersedih, akan tetapi berusaha pandai pandailah mengikut suasana hati suamimu

    Semoga pembaca (wanita) termasuk istri/ calon istri yang shalehah dan taat pada suminya, dan bagi pembaca (laki laki) semoga mendapatkan istri yang shalehah dan taat kepadamu, Aamiin. untuk saran dan kritik bisa via sms 0877 1997 1795 atau via bbm 7E8E9BB3. jazzakumulah khairan katsiran. :)